Entri Populer

Minggu, 01 Desember 2013

Tugas modul 3 AA



Antioksidan dan Radikal Bebas
&&&&ppp&&&

A
ntioksidan adalah senyawa yang mencegah proses oksidasi oleh radikal bebas. Radikal bebas adalah suatu atom atau molekul yang bermuatan positif atau negatif. Dimana sifat dari atom atau molekul yang bermuatan tadi sangat reaktif dan tidak stabil, karena akan berusaha menetralisir dirinya dengan cara menarik electron dari molekul atau atom yang ada di dekatnya, sehingga terjadi reaksi berantai.

Sifat dari radikal bebas tadi akan merusak sel-sel bahkan sampai ke inti sel yang bisa mengakibatkan terjadinya mutasi gen sehingga menyebabkan timbulnya kanker.

Antioksidan Dapat Berupa : Vitamin, Mineral Atau Enzim

Sumber Radikal Bebas

1.      Metabolisme tubuh kita sendiri
2.      Pencemaran udara
3.      Bahan kimia dari makanan dan air
4.      Alkohol
5.      Rokok
6.      Radiasi ultra violet
7.      Obat-obatan
8.      Stress

Kerusakan akibat radikal bebas

- Penuaan yang cepat
- Penyakit jantung
- Sistem kekebalan tubuh menurun
- Katarak
- Rematik
- Kanker
- Kencing manis / Diabetes


TUGAS MODUL 4



“Anemia Pernisiosa dan Pengobatannya”

Anemia pernisiosa adalah anemia yang terjadi akibat kekurangan vitamin B12. Pada anemia      ini, sel darah merah yang diproduksi, lebih besar dari biasanya. Akibatnya, sel darah        tersebut sulit untuk keluar dari di sum-sum tulang belakang.

            Vitamin B12 merupakan salah satu anggota kelompok vitamin B. Vitamin ini banyak ditemukan pada daging, ikan, telur, susu, dan produk susu lainnya.

Kekurangan vitamin ini dapat terjadi akibat :

Ø  Kurang asupan vitamin B12 dari makanan, misalnya pada penganut vegetarian, orang tua, atau pecandu alkohol.
Ø  Kurangnya intrinsik faktor, yaitu protein yang membantu penyerapan vitamin B12 di lambung. Faktor ini merupakan penyebab tersering anemia pernisiosa.
Ø  Gangguan di usus seperti penyakit Crohn dan infeksi usus.


Prinsip pengobatan anemia pernisiosa adalah untuk mencukupi kebutuhan vitamin B12 yang kurang dalam tubuh.

Sedangkan tujuan pengamatan adalah :

O Untuk menyembuhkan anemia melalui pemberian vitamin B12.
O Untuk mencegah timbulnya komplikasi, seperti  kerusakan jantung atau saraf.
O Mengobati penyakit dasarnya jika anemia pernisiosa disebabkan oleh penyakit tertentu.


Setelah pemberian suntikan atau tablet vitamin B12, gejala akan membaik dalam beberapa hari.
Suntikan pada awalnya dapat diberikan setiap hari atau setiap minggu, kemudian sekali sebulan. Suntikan dapat juga dikombinasikan dengan tablet.
Jika anemia pernisiosa disebabkan oleh infeksi usus, biasanya penderita akan diberi antibiotik. Jika ada gangguan di usus halus, mungkin dibutuhkan pembedahan. Tetapi, jika anemianya terjadi akibat kurang makan makanan bervitamin B12, maka pola makan harus diperbaiki.

Senin, 18 November 2013

tugas modul 2


PENDIDIKAN SEBAGAI INVESTASI JANGKA PANJANG

Profesor Toshiko Kinosita Mengemukakan Bahwa Sumber Daya Manusia Indonesia Masih Sangat Lemah Untuk Mendukung Perkembangan Industri Dan Ekonomi. Penyebabnya Karena Pemerintah Selama Ini Tidak Pernah Menempatkan Pendidikan Sebagai Prioritas Terpenting. Tidak Ditempatkannya Pendidikan Sebagai Prioritas Terpenting Karena Masyarakat Indonesia, Mulai Dari Yang Awam Hingga Politisi Dan Pejabat Pemerintah, Hanya Berorientasi Mengejar Uang Untuk Memperkaya Diri Sendiri Dan Tidak Pernah Berfikir Panjang.

PENDAPAT GURU BESAR UNIVERSITAS WASEDA JEPANG TERSEBUT SANGAT MENARIK UNTUK DIKAJI MENGINGAT SEKARANG INI PEMERINTAH INDONESIA MULAI MELIRIK PENDIDIKAN SEBAGAI IINVESTASI JANGKA PANJANG, SETELAH SELAMA INI PENDIDIKAN TERABAIKAN. Salah satu indikatornya adalah telah disetujuinya oleh MPR untuk memprioritaskan anggaran pendidikan minimal 20 % dari APBN atau APBD. Langkah ini merupakan awal kesadaran pentingnya pendidikan sebagai investasi jangka panjang.

Setidaknya terdapat alasan untuk memprioritaskan pendidikan sebagai investasi jangka 
panjang.

Alasannya adalah, pendidikan adalah alat untuk perkembangan ekonomi dan bukan sekedar pertumbuhan ekonomi. Pada praksis manajemen pendidikan modern, salah satu dari lima fungsi pendidikan adalah fungsi teknis-ekonomis baik pada tataran individual hingga tataran global. Fungsi teknis-ekonomis merujuk pada konstribusi pendidikan untuk perkembangan ekonomi. MISALNYA PENDIDIKAN DAPAT MEMBANTU SISIWA UNTUK MENDAPATKAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN YANG DIPERLUKAN UNTUK HIDUP DAN BERKOMPETISI DALAM EKONOMI YANG KOMPETITIF.

Minggu, 17 November 2013

tugas modul III DROP CAP



P
ada hakikatnya setiap penelitian kuantitatif dalam ilmu-ilmu sosial menerapkan filosofi yang disebut deducto hipothetico verifikatif artinya, masalah penelitian dipecahkan dengan bantuan cara berpikir deduktif melalui pengajuan hipotesis dideduksi dari teori-teori yang bersifat universal dan umum, sehingga kesimpulan dalam bentuk hipotesis inilah yang akan diverifikasi secara empiris melalui cara berpikir induk dengan bantuan statistika inferensial.

J
adi, hipotesis yang diajukan peneliti, setelah membaca teori-teori yang relevan merupakan jawaban sementara terhadap masalah yang diajukan. Oleh karena itu, penggunaan kata tanya dalam perumusan masalah harus juga diperhatikan dengan mempertimbangkan jawaban yang logis dalam hipotesis, sehingga tidak mungkin peneliti dapat mengajukan hipotesis manakala kata tanya yang digunakan dalam perumusan masalah ilmiah adalah kata tanya seperti “sejauh manakah“ atau “seberapa besarkah,“ karena jawabannya sejauh itu atau sebesar itu.