Entri Populer

Kamis, 16 Mei 2013

Marrie Currie, Penemu Polonium dan Radium

       Marrie Curie dilahirkan di Warsawa, Polandia, 7 November 1867. Pada usia dua puluh tahun, ia pindah ke Paris untuk belajar di Universitas Sarbonne. Pada tahun 1895, dia menikah dengan Pierre Curie, seorang ahli kimia Prancis. Untuk tesis gelar doktornya, ia memilih topik radiasi dari Uranium.
       Marie Curie berhasil menemukan cara untuk mengukur radioaktif dengan ionisasi udara yang diakibatkannya.Dialah yang menguji berbagai senyawa Uranium dan berhasil menemukan bahwa tingkat radiasi yang dihasilkan itu bergantung pada kandungan Uranium di dalamnya.
       Hasil karyanya yang mengesankan adalah penemuan dan pemisahan elemen radioaktif lain yang dinamai Polonium.
       Tahun 1903, suami istri Curie dan Antonie Henri Becquerel, bersama-sama mendapatkan hadiah nobel untuk bidang Fisika.
       Tahun 1911, setalah kematian Pierre, Marie menerima nobel bedang Kimia. Hal ini menjadikannya sebagai orang pertama yang memperoleh nobel 2 kali, dan salah satu dari 2 orang yang menang untuk bidang berbeda( Fisika dan Kimia).
       Marie Curie meinggal pada 4 Juli 1934 di Perancis, kemungkinan terkena leukimia sebagai akibat radiasi radioaktf yang selalu digelutinya.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar